SIKK

SIKK DAN KINABALU JAPANESE SCHOOL (KJS) MENANDATANGANI MOU UNTUK MERINTIS KERJASAMA PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA

Kota Kinabalu, 28 Februari 2024 – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan Kinabalu Japanese School (KJS) mengadakan perjanjian dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak  dalam kerjasama pendidikan lintas budaya.  Acara bersejarah yang berlangsung di KJS ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SIKK, Sahyuddin, S. Pd., MA TESOL, dan Mr. Koji selaku kepala sekolah KJS.  Hadir pula dalam acara, perwakilan guru, yakni Sheliya Regina Widyarahman selaku Waka Humas dan Diah Utami Kusuma Wardani perwakilan dari Kesiswaan.  Tidak lupa juga perwakilan siswa SIKK  sebanyak 20 orang yang mengikuti acara serta mempersembahkan Tarian Piring sebagai ciri khas Indonesia.

MoU yang ditandatangani oleh kedua sekolah ini tidak hanya sekadar kesepakatan formal, tetapi juga sebuah komitmen untuk mengembangkan pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai keberagaman dan pemahaman lintas budaya. Dokumen tersebut mencakup berbagai aspek kerjasama, termasuk program teachers excange dan student exchange yang diharapkan akan membuka pintu bagi kemajuan dalam bidang pendidikan di kedua lembaga.

Program Teachers Exchange yang diimplementasikan antara Sekolah Internasional Kota Kinabalu (SIKK) dari Indonesia dan Kinabalu Japanese School (KJS) dari Jepang di Malaysia bertujuan memberikan nuansa pendidikan yang beragam dan berkualitas tinggi bagi kedua lembaga. Program ini diharapkan akan membuka pintu bagi kemajuan dalam bidang pendidikan dengan membawa manfaat signifikan seperti pertukaran pengalaman, metode pengajaran, dan pengayaan budaya di antara staf pengajar.

Adapun program Student Exchange antara SIKK dan KJS di Malaysia ini bertujuan untuk menciptakan kesempatan belajar yang holistik dan mendalam bagi siswa. Melalui pertukaran siswa, keduanya berharap untuk membuka pintu bagi kemajuan dalam bidang pendidikan dengan memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan dan menginspirasi.

Siswa-siswa dari kedua sekolah akan memiliki kesempatan untuk belajar dalam lingkungan yang sepenuhnya berbeda. Mereka akan menghadapi tantangan baru dalam hal bahasa, metode pengajaran, dan kebiasaan belajar. Namun, melalui tantangan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan adaptasi, toleransi, dan pemahaman lintas budaya yang kuat.

Dalam suasana penuh semangat dan antusiasme, acara penandatanganan MoU dihadiri oleh Kepala Sekolah SIKK, Sahyuddin, S. Pd., MA TESOL, dan Mr. Koji dari Kinabalu Japanese School. Kedua tokoh ini mewakili visi dan komitmen masing-masing lembaga untuk memperkaya pengalaman pendidikan siswa melalui kolaborasi yang erat.

Kerjasama antara SIKK dan KJS mencerminkan tekad untuk memperdalam makna pendidikan global di era modern. Dengan program Teachers Excange dan Student Exchange, kedua sekolah berharap untuk membangun jaringan pengetahuan yang luas, meningkatkan pemahaman budaya, dan merajut hubungan persahabatan di antara siswa.

Setelah penandatanganan MoU yang terkait erat dengan tujuan bersama, kegiatan selanjutnya dirancang untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua peserta. Kegiatan dimulai dengan workshop origami.  KJS memperkenalkan origami, yang dalam bahasa Jepang artinya “ori” (lipat) dan “kami” (kertas), yakni seni melipat kertas menjadi berbagai bentuk geometris dan figuratif. Mereka memperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, dan  siswa SIKK dan guru yang juga hadir dalam momen tersebut pada seni tradisional Jepang yang membutuhkan ketelatenan dan kreativitas tinggi.

Workshop penulisan huruf kanji juga memberikan siswa kesempatan untuk mengeksplorasi aspek tulisan bahasa Jepang yang unik. Dalam konteks ini, mereka tidak hanya belajar karakteristik tulisan kanji tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap simbol.

Puncak acara diwarnai dengan tampilan tarian tradisional Jepang oleh siswa dari kedua sekolah, diiringi pidato dalam bahasa Jepang yang menggambarkan keunikan dan keindahan budaya mereka. Ini bukan hanya pertunjukan seni, tetapi ekspresi dari pemahaman yang mendalam dan apresiasi terhadap kekayaan budaya masing-masing.

Penandatanganan MoU antara SIKK dan KJS bukanlah akhir dari sebuah perjanjian formal, tetapi awal dari perjalanan panjang untuk mengembangkan pendidikan lintas budaya yang berkualitas tinggi. Kedua lembaga ini berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang mempromosikan pemahaman, toleransi, dan menghargai keberagaman.

Dalam dunia yang semakin terhubung, SIKK dan KJS menjadi teladan dalam merespons tantangan pendidikan abad ke-21. Melalui kerjasama ini, kedua sekolah berharap dapat menciptakan siswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis tetapi juga terampil dalam beradaptasi dengan perubahan global dan menjadi pemimpin masa depan yang berwawasan luas dan beretika.

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *