Kota Kinabalu, Malaysia – Dalam rangka memperkuat jalinan persahabatan dan kerja sama pendidikan di kawasan serantau, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menerima kunjungan sejumlah kurang lebih 100 orang delegasi dari Sekolah Kebangsaan Buit Hill, Penampang, pada hari Senin, 10 November 2025.
Kunjungan yang mengusung semangat bersatu dalam berkolaborasi ini difokuskan pada penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), pertukaran budaya yang meriah, serta observasi langsung praktik-praktik pembelajaran inovatif.
Rangkaian acara dibuka secara resmi di Dewan Futsal SIKK yang dihadiri oleh seluruh delegasi SK Buit Hill, yang terdiri dari guru besar, jajaran guru penolong kanan, guru-guru, serta murid-murid yang penuh semangat.
SIKK diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Ibu Shelya Regina, yang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan atas terselenggaranya kunjungan ini.
“Pada pagi yang berbahagia ini, kami segenap keluarga besar SIKK menyambut dengan tangan terbuka kehadiran Tuan,

Puan, dan Siswa-siswi dari SK Buit Hill. Kolaborasi seperti ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan sarana mempersatukan hati, mempertukarkan ide, dan memperkaya wawasan budaya generasi muda kita. kita berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis, inklusif, dan saling menguatkan,” ujar Ibu Shelya Regina di hadapan seluruh peserta acara.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Guru Besar SK Buit Hill, Puan Kartinie binti Amat, yang mengungkapkan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dari SIKK. “ Kunjungan ini didorong oleh keinginan tulus untuk belajar, berbagi, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa setiap sekolah memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Semoga kerja sama ini menjadi benih yang tumbuh subur, menghasilkan buah yang manis bagi kemajuan pendidikan kedua bangsa,” tutur Puan Kartinie.
Sebagai penanda dimulainya kolaborasi, suasana pembukaan langsung dihangatkan dengan persembahan seni budaya yang memukau dari kedua belah pihak. Delegasi SK Buit Hill mempersembahkan tarian tradisional khas etnis Sabah, Tarian Kadazan Dusun dan Murut. Gerakan gemulai dan kostum tradisional yang colorful dari para penari berhasil memukau seisi ruangan, menggambarkan kekayaan warisan budaya Borneo.
Menanggapi persembahan yang memukau tersebut, SIKK menampilkan sisi modern kreativitas anak bangsa melalui penampilan nyanyian modern yang dibawakan oleh tiga siswa berbakat, Audeline, Hani, dan Akila. Alunan musik dan harmonisasi vokal mereka menyampaikan pesan persahabatan dan semangat generasi muda, menciptakan perpaduan yang serasi antara tradisi dan modernitas. Sesi pembukaan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan dan wajah-wajah ceria seluruh peserta.
Usai pembukaan, tamu undangan diajak untuk menyelami berbagai aktivitas pengenalan dan praktik permainan tradisional Nusantara, yaitu Congklak dan Catur Jawa. Para siswa SK Buit Hill dengan antusias mempelajari strategi dan aturan permainan tradisional tersebut.
“ Saya baru pertama kali bermain congklak dan catur jawa. Senang saja cara mainnya, ndak sulit,” tutur Edie, salah satu siswa SK Buit Hill tingkatan 6.
Kegiatan berikutnya yang tidak kalah menarik adalah praktik membatik yang dipandu langsung oleh Guru Seni Rupa SIKK, Bapak Dadan Maulana Ramdhan, dan Guru Seni dari SK Buit Hill, Puan Evelyn. Para siswa dari kedua sekolah duduk berdampingan, belajar bersama tentang teknik canting, pemilihan lilin (malam), dan pewarnaan.
“Melihat antusiasme anak-anak dari kedua negara dalam memegang canting dan menorehkan malam di kain, saya yakin kita sedang menanamkan rasa cinta pada seni dan budaya. Batik adalah bahasa universal yang menyatukan,” ujar Bapak Dadan usai memandu praktik membatik.
Selain kegiatan seni dan budaya, delegasi SK Buit Hill juga melakukan kunjungan observasi ke dalam kelas-kelas SIKK. Dipandu oleh Bapak Aris Setianto, Bambang Purnomo, dan Exsaris Januar—para guru berpengalaman di jenjang Sekolah Dasar—mereka menyaksikan langsung dinamika dan metodologi pembelajaran yang diterapkan di SIKK.
“Saya sangat terkesan dengan kedalaman analisis siswa SIKK dalam diskusi kelas dan keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat. Metode pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) ini sangat inspiratif ,” ungkap salah seorang Guru SK Buit Hill.
Kunjungan SK Buit Hill ke SIKK hari ini telah berhasil menorehkan catatan penting dalam hubungan pendidikan Indonesia-Malaysia. Melalui sinergi strategis semacam ini, SIKK kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan bagi Warga Negara Indonesia di luar negeri, tetapi juga sebagai duta budaya dan pusat inovasi pedagogis yang aktif berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di kawasan. *** (Penulis: Siryana Nurjanah, Fotografer: Wilddan Rezzy Septiand)
