SIKK

SIKK Merajut Kemanusiaan Bersama Hospital Queen Elizabeth II

KOTA KINABALU, 28 Januari 2026 – Suasana di salah satu sudut Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) pagi ini terasa berbeda. Lobi SIKK yang biasanya lenggang, berubah menjadi ramai dengan petugas medis dan siswa yang sedang mengantre dengan raut wajah campur aduk—antara tegang dan bangga. Di sinilah, aksi kemanusiaan donor darah digelar atas kerja sama erat antara SIKK dan Hospital Queen Elizabeth II, dengan dukungan penuh dari Klinik Dr. Aji.

Kegiatan yang difasilitasi oleh kolaborasi apik tim Humas dan Palang Merah Remaja (PMR) sekolah ini berada di bawah koordinasi Ibu Diah. Baginya dan tim, acara ini bukan sekadar mengumpulkan kantong darah, melainkan membangun ekosistem kepedulian di lingkungan sekolah.

Ibu Diah yang biasa disapa sensei, selaku panitia kegiatan donor darah, memandang kegiatan ini sebagai “ruang kelas terbuka” bagi anggota PMR. Menurutnya, ini adalah salah satu program inti PMR untuk memberikan pembelajaran nyata mengenai proses medis transfusi darah.

“Anak-anak PMR belajar mensosialisasikan pentingnya donor darah dan memberanikan diri untuk mengajak teman sebayanya agar mau berbagi. Ini tentang membangun kepercayaan diri sekaligus empati,” jelas Sensei.

Hasilnya terlihat jelas pada wajah-wajah seperti Putri. “Sangat excited! Ada rasa tegang tapi juga menyenangkan karena ini pengalaman pertama saya. Benar-benar wow!” ungkap Putri dengan antusias. Senada dengan itu, Deka yang juga ikut berpartisipasi merasa sangat terbantu dengan suasana yang cair. “Sangat bagus dan menyenangkan karena perawatnya ramah-ramah, jadi prosesnya tidak terasa menakutkan,” tambahnya.

Meski antusiasme meluap, perjalanan menuju kursi donor tidak selalu mulus bagi semua orang. Masalah dokumen identitas menjadi tantangan unik tersendiri. Banyak siswa yang ingin berkontribusi namun terkendala karena tidak memiliki paspor.

“Ketiadaan paspor memang menjadi penghalang utama bagi sebagian siswa. Namun, bagi mereka yang hanya lupa membawa paspor fisik, sekolah memberikan kebijakan khusus berupa penggunaan syarat cap basah resmi dari sekolah sebagai validasi,” terang Sensei. Selain urusan administrasi, faktor fisik seperti kadar hemoglobin (HB) yang rendah, berat badan yang belum mencukupi standar, hingga siswi yang sedang dalam siklus datang bulan menjadi alasan medis yang mengharuskan beberapa siswa menunda niat baik mereka.

Kemeriahan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran Klinik Dr. Aji sebagai sponsor utama. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian para pendonor, klinik tersebut menyediakan door prize fantastis senilai RM 1.000. Hadiah ini menjadi penyemangat tambahan bagi warga sekolah yang telah merelakan waktu dan darahnya untuk sesama.

Meski pada saat yang sama lingkungan sekolah juga sedang diramaikan dengan agenda internal seperti kompetisi akademik bagi siswa kelas 10 dan 11 SMA, arus pendonor tetap mengalir stabil. Hal ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan sekolah, nilai-nilai kemanusiaan tetap mendapatkan panggung utama di hati para siswa SIKK. Melalui tangan dingin Ibu Diah dan kerja keras tim PMR, aksi ini menjadi pengingat bahwa prestasi terbaik manusia adalah saat mereka mampu memberi manfaat bagi orang lain. (*)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *