KOTA KINABALU, 30 Januari 2026 – Di atas panggung utama, seorang anak kecil bernama Ihsanul Hanan Aitsi berdiri dengan percaya diri yang meluap. Tidak ada naskah kaku di tangannya, hanya sebuah cerita berjudul “Miki Malas Mandi” dan beberapa alat properti sederhana. Dengan gestur tubuh yang jenaka dan ekspresi wajah yang berubah-ubah mengikuti alur cerita, Hanan berhasil menyihir audiens. Gelak tawa pecah, mencairkan suasana penutupan SIKK Festival 2026 dengan penuh yang hangat.
Dongeng menggemaskan dari Hanan adalah potret sempurna dari esensi SIKK Festival tahun ini: tentang keberanian untuk tampil dan dukungan penuh kasih dari rumah yang mekar di sekolah.
Dibuka dengan sapaan akrab dari duet MC Syuhaida dan Reza, serta doa khusyuk yang dipimpin oleh Bapak Muliadin, acara penutupan ini menjadi momen refleksi atas maraton kreativitas yang berlangsung selama tiga, 28,29,30 januari 2026. Tercatat ada 68 cabang lomba yang dipertandingkan, mulai dari adu logika di bidang Olimpiade pada hari pertama, hingga eksplorasi tanpa batas di bidang Seni dan Bahasa pada hari kedua.
Kepala Sekolah, dalam sambutannya, memandang festival ini sebagai sebuah investasi besar. “Ini adalah tahun ketiga kita konsisten bergerak. Lewat SIKK Festival, kita membangun ‘bank data’ mengenai minat dan bakat siswa. Ini adalah cara kita melihat potensi anak-anak yang mungkin tidak terbaca hanya di dalam ruang kelas,” ujarnya. Ia pun memberikan pesan yang menyejukkan bagi para peserta, “Yang juara jangan cepat puas, dan bagi yang belum juara, jangan pernah merasa putus asa”, ujarnya.
Namun, setiap cerita besar selalu memiliki tantangannya sendiri. Sir Arsyad, selaku Kepala Divisi Prestasi sekaligus Ketua Panitia, memberikan catatan jujur mengenai pelaksanaan tahun ini. Beliau mengakui adanya penurunan jumlah partisipan dibandingkan tahun lalu.
“Waktu persiapan yang sangat mepet—mulai dari sosialisasi, pemberian petunjuk teknis, hingga hari perlombaan—menjadi tantangan besar bagi kami dan para siswa,” ungkap Sir Arsyad. Namun, ia menekankan bahwa semangat tidak boleh padam. Kesuksesan acara ini adalah buah dari sinergi baja antara guru, tim manajemen, dan dukungan luar biasa dari Komite Sekolah. Ketua Komite pun mengamini hal tersebut dengan menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung wadah prestasi bagi anak-anak.
Di tengah ketegangan yang memuncak, pengumuman Juara Umum menjadi momen yang paling dinantikan dan berhasil menggetarkan seluruh aula. Gelar bergengsi ini jatuh kepada kelas-kelas yang menunjukkan konsistensi luar biasa di berbagai cabang lomba. Untuk jenjang SD, Kelas 2A sukses tampil mendominasi dan meraih predikat Juara Umum pada tingkat rendah, disusul oleh Kelas 6A yang tampil tangguh sebagai pemenang utama di tingkat tinggi.
Semangat juara juga merambah ke jenjang menengah, di mana Kelas 9B berhasil mengungguli rival-rivalnya di tingkat SMP. Sementara itu pada jenjang pendidikan menengah atas, Kelas 11B keluar sebagai jawara umum untuk kategori SMA, dan Kelas 10 Perhotelan sukses membuktikan keunggulannya dengan menyabet gelar Juara Umum di tingkat SMK.
SIKK Festival 2026 mungkin telah resmi ditutup hari ini, namun jejak talenta yang terekam akan menjadi modal berharga bagi sekolah untuk terus mengasah permata-permata terpendamnya. Seperti dongeng Hanan yang mengakhiri ceritanya dengan senyuman, festival ini pun berakhir dengan janji untuk kembali lebih kuat di tahun mendatang.
(Penulis : Siryana Nurjanah)
