Kota Kinabalu, Malaysia-Program Bimbingan Teknis Pengelolaan Community Learning Center (CLC) Ladang Tahun 2025 telah sukses dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Beringgis Beach Resort & Spa, Papar, Sabah. Kegiatan ini merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Malaysia, dan pihak perusahaan perkebunan sebagai mitra utama penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Perwakilan RI di Kota Kinabalu, Bapak Noorman Efendi, yang menegaskan pentingnya penguatan tata kelola CLC sebagai implementasi kesepakatan pendidikan Indonesia–Malaysia. Per Oktober 2025 tercatat 239 CLC di wilayah Sabah, terdiri dari 97 CLC berpermit, 44 sedang dalam proses penilaian di Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), dan 98 dalam tahap melengkapi dokumen.
Sambutan dari East Malaysia Planters Association (EMPA) yang diwakili oleh Deputy Chairman, Mr. Thomas Lim Sau Fong, menitikberatkan komitmen perusahaan-perusahaan sawit Sabah dalam menyediakan akses pendidikan, termasuk pembinaan CLC yang telah menjangkau ribuan pelajar.
Kegiatan berlanjut dengan penayangan video CLC, sesi foto bersama, serta penampilan murid SIKK. Inti kegiatan diisi oleh Sesi Panelis yang melibatkan empat lembaga utama:
- Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) / Datin Rosliza binti Rosli (Pengarah)
- Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) / Andriana Andrew (Ketua timbalan penolong pengarah)
- Majlis Keselamatan Negara (MKN) / Puan Edma (Penolong Pengarah Seksyen Perancangan Strategik)
- Jabatan Pendidikan Negeri Sabah (JPNS) / HJ Mohd. Idris bin Puteh (Ketua penolong pengarah kanan unit pendidikan swasta SPS)
Diskusi berjalan aktif, mencakup isu penempatan guru pamong, rasio guru–murid, mekanisme pelatihan guru, serta keberlanjutan layanan pendidikan. KPM menegaskan bahwa syarikat ladang wajib melantik pengurus khusus untuk pengajuan permit CLC, serta memastikan kehadiran sekurang-kurangnya satu guru bina untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Deputy Chief of Mission KBRI Kuala Lumpur, Bapak Danang Waskita, turut memberikan sambutan yang menegaskan bahwa tujuan baik CLC harus diwujudkan melalui tata kelola yang sesuai aturan kedua negara, serta mengapresiasi komitmen perusahaan ladang dalam mendukung pendidikan anak PMI.
Sebagai bentuk penghargaan, KJRI Kota Kinabalu menyerahkan Apresiasi Pengelolaan Layanan Pendidikan CLC Terbaik Tahun 2025 kepada enam perusahaan:
- Timor Enterprises Sdn. Bhd.
- Lam Soon Plantations Sdn. Bhd.
- Sawit Kinabalu Group
- United Malacca Berhad
- Pontian Fico Sdn Bhd
- Pamol Estate (Sabah) Sdn Bhd
Kegiatan diakhiri dengan sesi kekonsuleran oleh KJRI Kota Kinabalu, workshop pengisian dokumen pendaftaran CLC, serta penyampaian kesimpulan oleh Pelaksana Fungsi Sosial Budaya KJRI Kota Kinabalu, Ibu Machdaniar Nisfah, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh syarikat dan pemangku kepentingan.
Program Bimbingan Teknis ini diharapkan semakin memperkuat sinergi Indonesia–Malaysia dalam memastikan keberlanjutan dan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak PMI di Sabah. ( Penulis: Lia Anggraeni, M.Pd. )
