SIKK

Satu Emas FLS3N 2025 Terbang ke Sabah, Malaysia

Kota Kinabalu, Malaysia – Salah satu siswa berprestasi asal Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Syuhaidah Binti Mursalim, berhasil menyabet medali emas pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025.

Siswa kelas 12 tersebut juga berhasil mengantarkan sekolahnya menjadi satu-satunya Sekolah Indonesia di luar negeri yang memenangkan juara pertama pada salah satu cabang lomba bergengsi, yaitu Jurnalistik.

Syuhaidah mengangkat tema perjuangan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam menghadapi berbagai hambatan demi dapat mengikuti lomba FLS3N 2025 yang sukses diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di kampus IKJ, Jakarta pada 17 hingga 23 November 2025.

Melalui tulisannya yang berjudul “Jericho, Suara Dua Negara”, Syuhaidah memotret mimpi seorang penyanyi asal NTT yang bersekolah di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Tulisan tersebut berhasil memikat hati para juri yang merupakan para jurnalis senior dari berbagai media massa besar Indonesia.

Pada perhelatan tersebut, Syuhaidah menjadi satu di antara 855 talenta terbaik dari seluruh Indonesia dan perwakilan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) untuk menampilkan ekspresi seni dan budaya yang inspiratif. Jumlah tersebut merupakan total siswa-siswi terpilih dari sejumlah 89.241 peserta, yang mewakili setiap provinsi di Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri.
Hal ini diakui oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, yang menyatakan dalam sambutannya saat pembukaan bahwa FLS3N adalah perwujudan dari visi Kemendikdasmen dalam memperluas partisipasi semesta untuk pengembangan talenta seni budaya di sekolah.
“FLS3N adalah bagian dari upaya kita mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Kolaborasi dengan Institut Kesenian Jakarta memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal sisi akademik seni, peluang profesi, dan jalur pendidikan lanjutan di bidang seni,” ujarnya.

Irene Herdjiono juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru pembina yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan seni budaya lokal di daerah, memastikan kekayaan tradisi tetap hidup dan diturunkan kepada generasi penerus. FLS3N jenjang Pendidikan Menengah tahun ini mencatat tingkat kompetisi yang sangat ketat, di mana satu peserta yang tampil di tingkat nasional mewakili 104 pendaftar awal, atau setara dengan tingkat seleksi 0,9 persen.

Rangkaian kegiatan kompetisi FLS3N 2025 melibatkan 16 cabang lomba seni dan sastra yang sangat beragam. Kategori ini mencakup disiplin seni pertunjukan seperti musik, tari, dan teater, hingga bidang kreativitas digital dan literasi, seperti film pendek, fotografi, jurnalistik, komik digital, desain poster, cipta lagu, hingga kreativitas musik tradisional. Keberagaman cabang lomba ini memastikan setiap talenta siswa menemukan ruang ekspresi yang paling sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Mengusung tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri,” FLS3N tahun ini mendorong keberanian murid untuk menampilkan gagasan dan karya melalui seni sebagai bahasa universal yang melampaui batas wilayah dan budaya. Untuk mengakomodasi peserta dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi, Malaysia, dan Jepang, pelaksanaan FLS3N tahun ini dilakukan secara luring dan hybrid, menjamin partisipasi maksimal dari seluruh penjuru talenta bangsa.(*).
(penulis: Panji Pratama, dikutip dari kaman: https://www.nongkrong.co/pendidikan/43116317116/satu-emas-fls3n-2025-terbang-ke-sabah-malaysia?page=all)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *