Sabah, Malaysia– Sebanyak 104 Guru Pamong Community Learning Center (CLC) Sekolah Dasar (SD) se-Wilayah Sabah menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan Fasilitasi Guru Pamong CLC SD Wilayah Sabah yang diselenggarakan oleh Divisi Litbang Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Kegiatan bertajuk “High-Tech, High-Touch: Menguasai Teknologi, Menginspirasi dengan Keteladanan” tersebut berlangsung selama tiga hari, pada 4–6 September 2026, bertempat di Hotel Sandakan, Sabah.
Kegiatan ini hadir di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin memengaruhi berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dalam konteks tersebut, guru tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga tetap memainkan peran penting sebagai sosok yang memberikan keteladanan, membangun empati, serta membimbing karakter peserta didik.
Selama tiga hari pelaksanaan, para Guru Pamong mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai praktik baik pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi diarahkan tidak sekadar sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran yang kreatif, kritis, dan beretika.
Eksplorasi pemanfaatan AI mencakup berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari penyusunan lesson plan, pembuatan learning media, perancangan learning assessment, hingga implementasi AI in Classroom. Melalui kegiatan tersebut, guru didorong untuk semakin terampil memanfaatkan teknologi dalam mendukung pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada penguasaan teknologi. Semangat High-Tech, High-Touch menjadi penegasan bahwa kecanggihan teknologi harus berjalan beriringan dengan sentuhan kemanusiaan. Guru tetap menjadi sosok penting yang menghadirkan perhatian, empati, nilai, dan keteladanan di ruang-ruang kelas CLC.
Di tengah hadirnya berbagai teknologi yang mampu membantu guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, sentuhan manusiawi tetap menjadi bagian yang tidak dapat digantikan oleh algoritma. Penguasaan teknologi diharapkan justru semakin memperkuat peran guru sebagai pendidik yang mampu menginspirasi dan membimbing peserta didik.
Fasilitasi Guru Pamong CLC SD Wilayah Sabah ini menjadi salah satu langkah Divisi Litbang SIKK dalam mendukung peningkatan kompetensi guru dan mutu layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Sabah. Antusiasme para peserta selama kegiatan menunjukkan adanya semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui semangat “Menguasai Teknologi, Menginspirasi dengan Keteladanan”, guru Pamong CLC diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga tetap menjadi figur yang menghadirkan inspirasi, karakter, dan sentuhan hati bagi generasi Indonesia di bumi Sabah.
