Kota Kinabalu, Sabah — Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan budaya literasi sekaligus mempererat hubungan persahabatan Indonesia–Malaysia melalui kegiatan Bedah Buku dan Penguatan Kolaborasi bersama Ikatan Penulis Sabah (IPS).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya para pendidik, penulis, pustakawan, dan siswa untuk berbagi gagasan, mengapresiasi karya, serta memperkuat sinergi dalam pengembangan literasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SIKK, Sahyudin, S.Pd., M.A. TESOL, yang diwakili oleh Wakasek Kesiswaan, Hastomo; Ketua Satu Ikatan Penulis Sabah (IPS), Awang Abdul Muizz, B.Ed., M.A.; Ustadz Rihan Ghois Shalahuddin dari Pondok Modern Darussalam Gontor; penggagas sekaligus kurator buku Senja dan Selebar Mimpi, Panji Pratama; serta guru, pustakawan, dan siswa-siswi SIKK.
Kolaborasi antara SIKK dan IPS sebelumnya telah melahirkan sejumlah karya dan program yang menjadi bagian penting dalam penguatan budaya literasi. Salah satunya adalah buku antologi puisi “Kemalam”, yang menghimpun karya guru dan siswa SIKK sebagai wujud apresiasi terhadap kreativitas dan ekspresi literasi di lingkungan sekolah.
Selain itu, kolaborasi tersebut juga menghasilkan buku “Senja dan Selebar Mimpi”, sebuah kumpulan cerpen tiga paragraf karya siswa SIKK. Kehadiran karya tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ruang dan panjang tulisan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk menuangkan ide, pengalaman, dan imajinasi dalam bentuk karya sastra.
Sinergi SIKK dan IPS juga diwujudkan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, di antaranya Pelatihan Menulis “Spanggar Membaca” dan seminar internasional. Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan menulis, serta membangun jejaring literasi lintas komunitas.
Komitmen kolaborasi kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SIKK dan IPS. Kesepakatan tersebut menjadi landasan untuk mengembangkan berbagai program bersama secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang literasi, kepenulisan, dan pengembangan potensi generasi muda.
Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sahyudin, S.Pd., M.A. TESOL, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara SIKK dan IPS. Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pertukaran gagasan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
“Besar harapan kami agar sinergi ini terus berlanjut secara berkala. Semoga lahir karya-karya dan program inovatif baru yang membawa dampak positif serta saling menguntungkan bagi SIKK maupun IPS,” ujar Sahyudin.
Kolaborasi SIKK dan IPS menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjadikan literasi sebagai ruang perjumpaan, kreativitas, dan persahabatan. Melalui karya dan program yang terus dikembangkan, kedua institusi diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem literasi sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari rumpun bangsa yang memiliki kedekatan budaya.
Kegiatan Bedah Buku dan Penguatan Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan juga sarana untuk membangun jejaring, bertukar perspektif, melahirkan karya, dan merawat persahabatan lintas batas. (*)
