Kota Kinabalu, Sabah — Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) kembali menyelenggarakan Apresiasi dan Kreasi Akademik, Olahraga, dan Seni (APKRES) CLC SMP se-Sabah Tahun 2026.
Memasuki tahun ke-17 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2010, APKRES menjadi wadah untuk mengembangkan dan mengapresiasi potensi peserta didik CLC melalui bidang seni, olahraga, akademik, dan keterampilan.
Community Learning Center (CLC) merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah yang menginduk pada SIKK. Berdasarkan data periodik Juli 2026, terdapat 111 CLC SD dan 42 CLC SMP ber-NPSN aktif, dengan jumlah peserta didik sebanyak 16.108 siswa SD dan 5.923 siswa SMP.
Keberadaan CLC menjadi bagian dari kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Indonesia di Sabah tetap memperoleh kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, menjaga jati diri, dan meraih masa depan.
Mengusung tema “Journey to Remember”, APKRES 2026 tidak hanya menjadi ruang aktualisasi dan kompetisi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru CLC yang telah mendampingi, membina, memotivasi, dan memperjuangkan peserta didik.
Tema ini menjadi semakin bermakna bagi guru bina CLC tahap 9 dan 10 yang akan purna pada September 2026, sehingga APKRES tahun ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian di Sabah yang diharapkan selalu dikenang.
APKRES 2026 diikuti oleh 42 CLC SMP se-Sabah dengan total keterlibatan 982 orang, terdiri atas 660 peserta lomba, 22 peserta pameran keterampilan, 84 guru pendamping, 66 guru dan staf panitia, 100 siswa SIKK sebagai panitia siswa, 26 tamu undangan, serta 24 juri dan wasit.
Perlombaan meliputi menyanyi solo, melukis, tari kreasi berpasangan, badminton ganda campuran, futsal, catur, Olimpiade Sains, Olimpiade Matematika, Cerdas Cermat, dan Storytelling. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi Pameran Keterampilan bidang tata boga, digital printing, dan menjahit serta RedCil (Redaksi Cilik) untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik peserta didik.
Untuk menjaga kualitas penilaian, APKRES 2026 melibatkan juri dan wasit dari berbagai kalangan profesional dan akademisi, di antaranya Universiti Malaysia Sabah, Politeknik Kota Kinabalu, Jawatankuasa Pengadil Bolasepak Daerah Kota Kinabalu, Lembaga Kebudayaan Negeri Sabah, SMK Elopura Sandakan, SK Buit Hill, Persatuan Seni Visual Sabah, serta tenaga profesional lainnya.
Kegiatan ini dibiayai melalui DIPA Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus dalam bentuk biaya operasional CLC SMP.
Dalam sambutannya saat membuka APKRES 2026, Bapak Konjen berpesan, “Datanglah ke setiap pertandingan dengan keinginan untuk menang. Tetapi pulanglah dari APKRES dengan sesuatu yang lebih besar daripada kemenangan.”
Pesan tersebut menjadi semangat bahwa APKRES bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang membangun karakter, sportivitas, persahabatan, keberanian, dan pengalaman yang akan menjadi bekal bagi peserta didik.
Bersama KBRI Kuala Lumpur, Kemendikdasmen RI, SIKK, CLC, guru, orang tua, dan seluruh mitra, upaya untuk terus memberikan kesempatan pendidikan dan pengembangan potensi bagi anak-anak Indonesia di Sabah akan terus diperkuat.
