Kota Kinabalu, Malaysia – Rasa ingin tahu adalah awal dari lahirnya sebuah penelitian. Berangkat dari semangat tersebut, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi membangun budaya riset di kalangan guru dan siswa melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Riset Siswa di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu melalui Model TRIP (Trigger–Refine–Incubate–Publish).”
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026 di SIKK ini menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta diajak menggali rasa ingin tahu, mengembangkan ide, hingga menyusun proposal penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di sekitar mereka.
Program ini diikuti oleh guru dan siswa SIKK dengan konsep pendampingan yang unik. Setiap guru hadir bersama seorang siswa bimbingannya sehingga proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan usai, melainkan dapat terus berlanjut melalui bimbingan di sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat UPI sesuai Kontrak Penugasan Nomor 54/UN40.F7/AM.02.01/2026.
Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan Model TRIP, sebuah pendekatan yang membantu peneliti pemula memahami proses penelitian secara bertahap. Dimulai dari Trigger, yaitu memantik rasa ingin tahu terhadap suatu fenomena, kemudian Refine untuk mempertajam gagasan, Incubate sebagai proses mengembangkan penelitian, hingga Publish, yaitu membagikan hasil penelitian kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, riset tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sebagai proses yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Memasuki hari kedua, suasana pelatihan semakin interaktif. Para siswa didampingi langsung oleh tim dosen UPI dalam merancang proposal penelitian, mulai dari menemukan permasalahan, menyusun pertanyaan penelitian, hingga menyusun kerangka proposal. Pendampingan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang terarah dan berkualitas.
Sebagai bekal untuk terus belajar secara mandiri, seluruh peserta juga menerima Buku Saku Panduan Riset untuk Siswa SMP dan SMA. Buku tersebut diharapkan menjadi teman belajar yang dapat membantu siswa mengembangkan ide penelitian di kemudian hari.
Program ini dipimpin oleh Retno Ayu Hardiyanti, S.Pd., M.Pd. bersama tim yang terdiri atas Riefki Fiestawa, M.Pd., Hanissa Okitasari, S.T., M.Sc., dan Nindita Fajria Utami, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para akademisi tersebut tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi peserta berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengembangkan potensi riset yang dimiliki.
Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu menyampaikan apresiasi atas komitmen UPI dalam mendukung penguatan budaya riset di lingkungan SIKK.
“Kami mengapresiasi komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung penguatan kapasitas riset guru dan siswa SIKK. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini, sehingga peserta didik tidak hanya mampu berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga berani menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi SIKK, penguatan budaya riset merupakan bagian dari upaya menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Kemampuan bertanya, berpikir kritis, mencari solusi, dan mengomunikasikan hasil pemikiran menjadi bekal penting yang perlu ditumbuhkan sejak bangku sekolah.
Kolaborasi antara SIKK dan UPI ini menjadi bukti bahwa jarak bukanlah penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia di luar negeri. Ke depan, kedua institusi berharap sinergi ini terus berkembang melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga semakin banyak ruang belajar yang mampu melahirkan generasi Indonesia yang kritis, inovatif, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
