Kota Kinabalu, Malaysia-Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Departemen Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), melaksanakan rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skim Kompetitif Kerja Sama Internasional bertajuk “Strengthening Family Education Through Community-Based Positive Parenting” di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan Community Learning Center (CLC) Tunas Harapan Bangsa, Papar, Sabah pada 25–27 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh guru SIKK, guru Community Learning Center (CLC), serta orang tua/wali murid ini bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan keluarga melalui penguatan kapasitas pendidik dan orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan positif (positive parenting) guna mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNY yang terdiri atas Prof. Dr. Puji Yanti Fauziah, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Adin Ariyanti Dewi, M.Pd. menghadirkan rangkaian kegiatan sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperluas kontribusi akademik melalui kerja sama internasional dengan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, 25 Juni 2026, melalui Sosialisasi Pendidikan Keluarga di CLC Tunas Harapan Bangsa, Papar. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan agenda pembagian rapor peserta didik sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan para orang tua sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, guru CLC dan orang tua mendapatkan pemahaman mengenai konsep pendidikan keluarga, pentingnya komunikasi positif antara sekolah dan orang tua, serta strategi mendampingi perkembangan anak sesuai dengan kondisi sosial keluarga pekerja migran Indonesia di Sabah. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagi pengalaman mengenai tantangan pengasuhan dan pembelajaran anak di lingkungan CLC.
Kegiatan dilanjutkan pada Jumat, 26 Juni 2026, melalui Pelatihan Positive Parenting bagi Guru Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang diikuti guru dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Pada sesi ini, narasumber memaparkan berbagai materi mengenai konsep dasar positive parenting, strategi membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik dan orang tua, serta pendekatan praktis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Guru-guru SIKK tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Berbagai diskusi dan praktik berbagi pengalaman menjadi ruang refleksi bersama mengenai peran guru yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping perkembangan sosial, emosional, dan karakter peserta didik.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu, 27 Juni 2026, melalui Workshop Pengasuhan bagi Wali Murid PAUD SIKK. Workshop yang juga diselenggarakan bersamaan dengan pembagian rapor peserta didik PAUD tersebut menghadirkan berbagai materi praktis mengenai pola pengasuhan positif, komunikasi efektif dengan anak usia dini, serta strategi menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung proses belajar anak.
Suasana workshop berlangsung hangat dan penuh interaksi. Para orang tua aktif berdiskusi mengenai pengalaman mendampingi anak di rumah, sekaligus memperoleh berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung perkembangan akademik maupun karakter anak.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Keterlibatan aktif guru maupun orang tua dalam setiap sesi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan perguruan tinggi merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Yogyakarta dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berkembang melalui berbagai program pendampingan dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang semakin adaptif, humanis, dan berkualitas sehingga mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang berkarakter, percaya diri, serta mampu bersaing di tingkat global. (*)
