SIKK

735 Anak PMI Sabah dan Sarawak Siap Lanjutkan Pendidikan ke Indonesia melalui Program Beasiswa ADEM Repatriasi dan Yayasan Tahun 2026

Kota Kinabalu, 29 Juni 2026 – Sebanyak 735 anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sabah dan Sarawak akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA/SMK di Indonesia melalui Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi dan Program Beasiswa Yayasan pada tahun 2026. Sebelum diberangkatkan ke berbagai daerah di Indonesia, seluruh peserta mengikuti kegiatan pembekalan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) selama tiga hari, mulai 27–29 Juni 2026.

Pelepasan secara simbolis sebelum keberangkatan oleh Staf Ahli Kementerian Luar Negeri

Program ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun di Sabah dan Sarawak sebagai upaya memfasilitasi proses seleksi hingga pemberangkatan anak-anak PMI untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri.

Pelepasan Siswa Beswan 2026

Melalui Program ADEM Repatriasi yang dikelola oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLAPDIK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, peserta memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai sekolah mitra di Indonesia. Selain itu, bagi peserta yang belum terakomodasi dalam kuota ADEM, tersedia Program Beasiswa Yayasan yang pembiayaannya didukung oleh sekolah mitra atau yayasan.

Berdasarkan data pada Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah Daftar Nominatif Tetap (DNT) murid kelas IX SIKK dan Community Learning Centre (CLC) tahun 2026 mencapai 1.659 siswa. Dari jumlah tersebut, 154 siswa melanjutkan pendidikan di SMA/SMK SIKK, sekitar 80 siswa melanjutkan ke SMA PJJ SIKK, sementara 735 siswa dari Sabah dan Sarawak melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui Program ADEM Repatriasi dan Beasiswa Yayasan. Jumlah tersebut belum termasuk siswa yang kembali ke Indonesia secara mandiri bersama keluarganya.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013 hingga 2025, Program ADEM Repatriasi dan Beasiswa Yayasan telah berhasil mengirimkan 4.703 anak Indonesia di Malaysia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah mitra yang tersebar di 126 sekolah mitra ADEM dan 18 mitra sekolah yayasan di 12 provinsi, yaitu Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sebelum ditetapkan sebagai penerima beasiswa, seluruh calon peserta mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan pada Februari 2026. Sebanyak 871 peserta dari Sabah dan Sarawak mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes literasi dan numerasi, wawancara personal, tes minat dan bakat, tes keagamaan, pemeriksaan kesehatan, serta wawancara dengan pengelola atau guru pendamping sebagai bagian dari proses konfirmasi dan penilaian kesiapan peserta.

Pada tahun 2026, kuota Program ADEM Repatriasi secara nasional berjumlah 700 peserta, dengan rincian sebagai berikut:

  1. SIKK dan CLC Sabah : 610 peserta
  2. Sarawak : 15 peserta
  3. Sekolah Indonesia Kuala Lumpur : 33 peserta
  4. Sekolah Indonesia Johor Bahru : 21 peserta
  5. Sekolah Indonesia Jeddah : 16 peserta
  6. Sekolah Indonesia Riyadh : 5 peserta

Dari kuota tersebut, khusus wilayah Sabah dan Sarawak, sebanyak 625 peserta diberangkatkan melalui Program ADEM Repatriasi dan 110 peserta melalui Program Beasiswa Yayasan, sehingga total peserta yang diberangkatkan mencapai 735 siswa.

Sebagai bekal sebelum memasuki lingkungan pendidikan yang baru di Indonesia, peserta mengikuti pembekalan yang mencakup berbagai materi penting, antara lain wawasan kebangsaan, literasi digital dan bijak bermedia sosial, pentingnya kepemilikan dokumen pribadi, pengenalan budaya (culture shock) di daerah tujuan, ketahanan diri (resiliensi), serta pengelolaan keuangan pribadi. Selain itu, seluruh peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan ulang oleh dokter guna memastikan kondisi fisik mereka siap mengikuti perjalanan dan proses belajar di Indonesia.

Pemberangkatan peserta akan dilakukan secara bertahap pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026 melalui dua jalur. Jalur udara melalui Bandara Internasional Kota Kinabalu digunakan untuk peserta yang akan melanjutkan pendidikan ke provinsi Bali, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, peserta yang menuju Kalimantan Utara akan diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan Pelabuhan Ferry Tawau.

Melalui program ini, diharapkan anak-anak PMI tidak hanya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan yang berkualitas, tetapi juga semakin memperkuat jati diri sebagai generasi Indonesia yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air. Program ini diharapkan terus menjadi jembatan yang membuka masa depan lebih baik bagi anak-anak Indonesia di luar negeri serta melahirkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi bagi Indonesia di masa depan.

Kegiatan pelepasan peserta Program Beasiswa ADEM Repatriasi dan Beasiswa Yayasan Tahun 2026 secara resmi dilakukan oleh Staf Ahli Hubungan Kelembagaan Kementerian Luar Negeri RI, Bapak Prasetyo Hadi, didampingi oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu, Bapak Noorman EffendiKonsul KonsulerKonsul Sosial BudayaKepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, serta dihadiri oleh para tamu undangan dari berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya, Koordinator Program ADEM Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Bapak Dwi, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan salah satu bentuk investasi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Melalui pendidikan, program ini tidak hanya membuka kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia di luar negeri, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Kesempatan belajar di berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta mempererat rasa persaudaraan sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu, Bapak Noorman Effendi, menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

“Hari ini bukan sekadar pelepasan. Hari ini adalah sebuah perjalanan pulang; pulang untuk belajar, pulang untuk menyiapkan masa depan, dan kelak pulang kembali dengan ilmu, pengalaman, serta karakter yang akan memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberangkatan para peserta bukan sekadar perpindahan tempat untuk menempuh pendidikan, melainkan awal perjalanan untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi Indonesia yang unggul serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *