Hiruk pikuk suasana Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan gemaan suara “Kembalilah ke Indonesia Kita” rasanya belum hilang dari bayangan, namun waktu terus berjalan dan sudah berganti ke generasi berikutnya. Pelaksanaan SPMB SIKK untuk tahun ajaran 2026-2027 sudah dilaksanakan pada awal januari 2026 dengan animo pendaftar yang luar biasa, 171 untuk jenjang SMA dan 165 untuk jenjang SMK.
Pada tahapan selajutnya, mengingat potensi lulusan kelas IX khususnya wilayah Sabah dan Sarawak di angka yang cukup fantastis dengan total keseluruhan 1947, dengan rincian 65 dari SIKK, 1784 dan CLC Sabah Sarawak dan 99 lulusan paket B. Potensi ini belum ditambah dengan lulusan tahun sebelumnya, yang belum berkesempatan. Sebelum pelaksanaan seleksi, panitia repatriasi melakukan sosialisasi ke 5 wilayah khususnya di Sabah meliputi Tawau-Semporna-Kunak, Lahad Datu-Kinabatangan 3, Sandakan-Kinabatangan 2, Sandakan-Kinabatangan 1, serta Pantai Barat-Pedalaman Nabawan Keningau pada tanggal 22-24 Januari 2026.
Kegiatan sosialisasi repatriasi untuk ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) dan Yayasan tahun 2026 memberikan penjelasan terkait potensi peserta, jenis sekolah, mitra sekolah sebelumnya, jenis tes, estimasi biaya keberangkatan, isu, sampai dengan pelanggaran serta dampak yang ditimbulkan oleh peserta sebelumnya. Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya dihadiri oleh murid CLC ataupun SIKK, melainkan juga orang tua/wali murid. Hal ini dikarenakan kegiatan repatriasi tidak hanya berdampak kepada murid melainkan orang tua ketika harus berpisah dengan anaknya demi melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Pengalaman sebelumnya, terkadang orang tua yang berat melepaskan ataupun berpisah dengan anak yang mengakibatkan anak juga tidak dapat melanjutkan pendidikan. Di sisi lain pihak ladang, sangat mengapresiasi kegiatan ini, salah satunya dari Tuan Akbar dari Tamaco Group Company menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi agenda tahunan di Tamaco, lebih lanjut Puan Sheila dari Wilmar menyampaikan bahwa orang tua bisa mengurangi tarikan (arisan) dulu dan mulai menyisihkan uangnya untuk mempersiapkan pendidikan bagi anak-anak.
Selain kegiatan sosialisasi repatriasi, SIKK juga melakukan kegiatan pembinaan pelajar baik di CLC dan SIKK untuk meningkatkan motivasi dan terutama ketahanmalangan baik ketika melanjutkan sekolah di Malaysia maupun di Indonesia.
