Kota Kinabalu, Malaysia- Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan pada Community Learning Center (CLC), pelatihan operator dapodik CLC jenjang SD dan SMP Tahun 2026 telah dilaksanakan secara luring di beberapa wilayah di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi operator dapodik dalam pengelolaan data pendidikan yang akurat, tertib, dan sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Pelaksanaan pelatihan operator dapodik jenjang SD dibagi ke dalam empat wilayah, yaitu:
- Wilayah Tawau, Sabah pada tanggal 9–10 Mei 2026 bertempat di Hotel Marco Polo dengan jumlah peserta sebanyak 31 operator dapodik;
- Wilayah Sandakan, Sabah pada tanggal 9–10 Mei 2026 bertempat di Hotel Sandakan dengan jumlah peserta sebanyak 25 operator dapodik;
- Wilayah Keningau, Sabah pada tanggal 13–14 Mei 2026 bertempat di Hotel Juta dengan jumlah peserta sebanyak 31 operator dapodik; dan
- Wilayah Miri, Sarawak dengan jumlah peserta sebanyak 16 operator dapodik. (Direncanakan Juli 2026)
Total peserta operator dapodik jenjang SD yang mengikuti pelatihan sebanyak 103 operator dari 111 CLC SD ber-NPSN.
Sementara itu, pelaksanaan pelatihan operator dapodik jenjang SMP juga dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu:
- Wilayah Tawau, Sabah pada tanggal 9–10 Mei 2026 bertempat di Hotel Marco Polo dengan jumlah peserta sebanyak 22 operator dapodik;
- Wilayah Sandakan, Sabah pada tanggal 9–10 Mei 2026 bertempat di Hotel Sandakan dengan jumlah peserta sebanyak 14 operator dapodik; dan
- Wilayah Keningau, Sabah pada tanggal 13–14 Mei 2026 bertempat di Hotel Juta dengan jumlah peserta sebanyak 6 operator dapodik.
Total peserta operator dapodik jenjang SMP yang mengikuti pelatihan sebanyak 42 operator dari 42 CLC SMP ber-NPSN.
Materi pelatihan yang disampaikan meliputi kebijakan umum pendataan peserta didik melalui aplikasi dapodik dan e-rapor, pengelolaan data GTK, pengelolaan e-ijazah, pengelolaan Nomor Induk Peserta Didik (NIPD), pengelolaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), pengoperasian e-rapor secara daring, penggunaan aplikasi AnyDesk, serta penyelesaian berbagai kasus teknis terkait dapodik.
Pelaksanaan pelatihan secara offline ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, pendampingan teknis tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui grup komunikasi operator dapodik dan sekolah induk masing-masing CLC.
Sebagian besar peserta pelatihan telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan dapodik di CLC masing-masing. Setelah penyampaian materi umum, narasumber melakukan pendampingan teknis secara langsung melalui pengecekan perangkat dapodik setiap peserta, baik secara tatap muka maupun menggunakan fasilitas AnyDesk.
Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan perangkat laptop, kendala dokumen perjalanan dan pembiayaan peserta, penggunaan akun pribadi dalam pengelolaan dapodik, hingga permasalahan data seperti NISN ganda dan NISN kosong yang dipengaruhi oleh ketidaksesuaian dokumen administrasi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan operator dapodik di seluruh CLC semakin meningkat sehingga pengelolaan data pendidikan dapat berjalan lebih optimal, akurat, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, seluruh CLC juga dihimbau untuk terus meningkatkan tertib administrasi peserta didik serta mensosialisasikan pentingnya kepemilikan dokumen kelahiran kepada orang tua/wali murid.
Pelatihan operator dapodik diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun guna memperkuat kualitas layanan pendidikan Indonesia bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Sabah dan Sarawak.
Salam 1 data!!!
