SIKK

Antusiasnya 48 Guru dalam Mengikuti Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Guru Pamong CLC SMP 2025

Kota Kinabalu, Malaysia – Sebanyak 48 Guru Pamong Community Learning Center (CLC) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari seluruh wilayah Sabah dan Sarawak menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti agenda Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Guru Pamong CLC SMP Tahun 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sandakan, Sabah, pada 19-21 Oktober 2025, berlokasi di Hotel Sandakan, Sabah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, beliau menekankan peran Guru Pamong yang sangat krusial. CLC berfungsi sebagai perpanjangan atau kelas jauh dari SIKK untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak PMI.

“Kami berharap para siswa dapat terfasilitasi pengalaman belajarnya, terutama terkait isu-isu mutakhir seperti Tes Kompetensi Akademik dan pembelajaran mendalam yang akan dihadapi mereka,” ujarnya.

Sahyuddin juga menyoroti tantangan yang dihadapi Guru Pamong, seperti harus mengampu seluruh mata pelajaran (multi-tasking) dan melaksanakan pembelajaran dalam format kelas rangkap (mixed-grade classrooms) karena rasio guru yang terbatas.

“Tentunya, kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di CLC. Tentunya, semuanya sangat bergantung pada peningkatan kompetensi Guru Pamong secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Fasilitasi ini menghadirkan narasumber ahli dari SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), yaitu Reza Setiawan, S.Si., M.T. dan Heri Setiadi, M.Si..

Pada penyelenggaraan hari Pertama, sesi dimulai dengan perkenalan SEAQIS yang berfokus pada topik-topik global seperti Perubahan Iklim, SDGs, dan Penulisan Karya Ilmiah.

Selanjutnya, narasumber Reza Setiawan menyampaikan materi tentang Pertanyaan Ilmiah. Para guru diajak melakukan kegiatan praktis berupa percobaan sederhana membuat baling-baling dari kertas untuk membedah konsep variabel bebas dan variabel terikat, sebagai langkah awal prosedur eksperimen ilmiah.

Pada hari kedua, materi dilanjutkan dengan sesi Pembelajaran Mendalam yang dibawakan oleh Heri Setiadi. Fokus utamanya adalah memahami Definisi dan Strategi Pembelajaran Bermakna.

Di hari kedua ini, guru-guru tampil secara aktif dan antusias untuk terlibat dalam praktik aktivitas dengan beragam topik sains, mulai dari Klasifikasi Dikotomi, Pengukuran Denyut Jantung, hingga inisiasi kesadaran lingkungan melalui praktik Jejak Karbonku.

Ibu Yohanna salah seorang peserta kegiatan yang datang dari CLC SMP Kengingau merasa bangga dan bahagia mendapatkan kesempatan meningkatkan pengetahuan yang ditularkan oleh narasumber dan peserta lain.

“Saya semangat sekali. Meskipun dalam 16 tahun saya mengajar penuh keterbatasan, saya tetap menyayangi seluruh murid saya. Oleh sebab itu, saya harus terus meningkatkan kualitas diri saya demi mereka yang saya sayangi,” serunya.

Antusiasnya guru-guru yang terlibat dalam kegiatan ini menjadi langkah konkret SIKK dalam memastikan bahwa 42 CLC SMP yang tersebar di Sabah dan Sarawak mendapatkan dukungan yang memadai untuk menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas.(*)

Sumber: NONGKRONG.CO

https://www.nongkrong.co/pendidikan/43116113883/antusiasnya-48-guru-dalam-mengikuti-fasilitasi-peningkatan-kompetensi-guru-pamong-clc-smp-2025?page=all

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *