SIKK

Ditjen Dukcapil Ingatkan Siswa SIKK Pentingnya NIT

Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia – Siswa-siswi SMA dan SMK Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) mendapatkan materi tentang pentingnya pencatatan identitas masyarakat Indonesia di luar negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Bapak Drs. Akhmad Sudirman Tavipiyono, M.M., M.A.

“Jika di Indonesia ada Nomor Induk Kependudukan (NIK), pemerintah sudah mencanangkan program Nomor Identitas Tunggal (NIT) bagi diaspora Indonesia yang ada di luar negeri,” jelasnya.

Menurutnya, kompleksitas permasalahan identitas warga Indonesia di luar negeri, seperti di Sabah, Malaysia dapat terselesaikan dengan perlahan melalui transformasi digitalisasi data penduduk Indonesia yang terintegrasi. Dengan begitu, warga Indonesia yang telah tinggal lama di luar negeri dan mempunyai keturunan dapat terdata identitas sebagai warga negara Indonesia, asalkan mempunyai NIT tersebut.

“Adapun bagi anak-anak yang lahir di luar negeri mendapatkan NIT cukup mudah yaitu dengan melampirkan akta lahir saja,” lanjutnya.

Adapun, melalui program NIT tersebut, pemerintah berharap tidak akan ada lagi pernikahan masyarakat Indonesia di luar negeri yang tidak tercatat.

“Maka, warga dengan NIT tersebut, pemerintah dapat mudah memfasilitasi siapa yang layak untuk dijadikan pencatat menikah di luar negeri,” tambah Bapak Drs. H. Gunawan, M.H., selaku Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, yang ditugaskan menjadi pencatat menikah di KJRI Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Harapan lain dikemukakan oleh Bapak Ibrahim, S.Kom., M.Pd., selaku Wakil Kepala SIKK Bagian Kurikulum. Menurutnya, masalah tidak sinkronnya data siswa-siswi pelajar Indonesia di luar negeri semoga dapat terselesaikan melalui program NIT tersebut.

“Adakala kami menemukan siswa yang nama di Kartu Keluarga pada saat mendaftar sekolah ke SIKK menjadi berbeda saat akan penulisan ijazah. Berbagai permasalahan ketidaksinkronan data terjadi ketika masyarakat di luar negeri sulit mendapatkan NIK. Padahal, para siswa tersebut harus jelas identitasnya di aplikasi dapodik. Apalagi untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Indonesia,” pungkasnya.

Di akhir kunjungannya, Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Bapak Drs. Akhmad Sudirman Tavipiyono, M.M., M.A. berjanji bahwa ke depannya NIT akan benar-benar dapat menggantikan NIK. Bahkan, akan menjadi Single Smart Identity, bagi siapa pun warga negara Indonesia dan di mana pun berada. (PP)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *