TENOM, SABAH — 7 September 2026 — Semangat dan keceriaan anak-anak Indonesia menggema di Taman Pertanian Sabah, Tenom, saat Jambore Anak Indonesia di Malaysia ke-10 (JAIM X) Tahun 2026 resmi dibuka, Senin (7/9) pukul 09.00 waktu Sabah.
Sebanyak 430 pelajar dan 86 pendamping dari 42 CLC dan SIKK mengikuti JAIM X yang berlangsung selama lima hari, 6–10 September 2026. Mengusung tema “Pramuka Masa Depan: Mengukir Cita dalam Kegembiraan, Menyemai Asa untuk Keberlanjutan,” kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak pekerja migran Indonesia untuk belajar, berkarya, membangun persahabatan, sekaligus menumbuhkan karakter dan wawasan kebangsaan.
JAIM X merupakan bagian dari program tahunan kesiswaan CLC sekaligus menjadi platform pendidikan alternatif yang mengintegrasikan pendidikan kepramukaan dengan penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan student well-being. Pelaksanaannya juga mengintegrasikan aspek Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesejahteraan peserta didik.
Pembukaan dihadiri Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, ILO TNI KJRI Kota Kinabalu, Pejabat Pendidikan Daerah Tenom, Persekutuan Pengakap Malaysia di Tenom, Penolong Pegawai Pertanian Taman Pertanian Sabah, IPD Tenom, PPD Tenom, relawan Politeknik Kota Kinabalu, Divisi CLC dan Kesiswaan SIKK, serta Koordinator Penghubung Wilayah Tawau, Kota Kinabalu, dan Sarawak.
JAIM X resmi dibuka oleh Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu bersama Pensosbud KJRI Kota Kinabalu dan para tamu undangan dengan membunyikan angklung. Momen tersebut menjadi simbol bahwa jauh dari tanah air bukan berarti jauh dari Indonesia.
Kemegahan pembukaan semakin terasa melalui penampilan Gitapati Marchingband, pencak silat Jemy Marten Sattu dari CLC SMPT Keningau, persembahan lagu “Mengejar Matahari” dan Jingle JAIM X, hingga Flashmob Kesatria Bambu dan Tari Kreasi Nusantara/Indonesia Menari dari CLC SMPT Keningau.
Puncaknya, seluruh peserta larut dalam Flashmob Jingle JAIM yang dipersembahkan CLC SMPT Kundasang. Ratusan anak Indonesia bergerak dalam satu irama, membawa pesan persatuan dan kebersamaan.
Menyalakan Mimpi Anak Pekerja Migran
Pensosbud KJRI Kota Kinabalu dalam pesannya mengingatkan peserta agar tidak menjadikan latar belakang sebagai anak pekerja migran sebagai batas untuk bermimpi.
“Jangan pernah merasa kecil karena keadaan. Teruslah belajar, berani bermimpi, dan gunakan setiap kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Masa depan Indonesia juga ada di tangan kalian,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SIKK berharap JAIM X menjadi ruang bagi peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan berani mengukir cita-cita.
“Kalian berhak bermimpi setinggi-tingginya. Jangan biarkan keadaan menentukan seberapa jauh kalian melangkah. Jadikan pendidikan, pengalaman, persahabatan, dan semangat di JAIM ini sebagai bekal untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
JAIM X 2026 bukan sekadar kegiatan kepramukaan. Di balik tenda, permainan, seni, dan persahabatan, tersimpan sebuah pesan besar: anak-anak pekerja migran Indonesia juga memiliki hak untuk bermimpi, mendapatkan pendidikan yang bermakna, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Dari Sabah, mereka belajar. Dari JAIM, mereka bermimpi. Untuk Indonesia, mereka menyiapkan masa depan.
