SIKK

SIKK, KBRI Kuala Lumpur, dan KRI Tawau Perkuat Layanan Pendidikan Anak PMI Melalui Kunjungan Kerja ke CLC di Tawau

Kota Kinabalu, Malaysia – Komitmen pemerintah Indonesia dalam memastikan terpenuhinya hak pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali diwujudkan melalui kunjungan kerja bersama ke sejumlah Community Learning Center (CLC) di wilayah Tawau, Sabah, Malaysia, Jumat (24/7). Kegiatan ini dipimpin oleh Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) bersama Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur, dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia (KRI) Tawau.

Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan meninjau kondisi sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan perusahaan mitra, pengelola CLC, serta orang tua dalam mendorong percepatan kepemilikan Surat Bukti Pendaftaran Kewarganegaraan (SBPK) bagi peserta didik. Kelengkapan administrasi tersebut menjadi salah satu fondasi penting agar anak-anak PMI dapat memperoleh layanan pendidikan secara optimal dan terdata dalam sistem pendidikan nasional.

Agenda pertama berlangsung di CLC Ladang Kalum, Syarikat Sabah Softwoods Berhad. Rombongan yang terdiri atas Kepala SIKK Sahyuddin, Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Ahmad Romadhoni Surya Putra, Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur Dina Juliani, dan Kepala Perwakilan RI Tawau Dino Nurwahyudin disambut langsung oleh jajaran manajemen perusahaan yang dipimpin CEO Syarikat Sabah Softwoods Berhad, Datuk Dr. Haji Mohd. Daud bin Tampokong.

Selain meninjau ruang belajar dan fasilitas pendidikan, rombongan berdialog dengan siswa dan orang tua di Gedung Dewan Ladang Kalum. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa masih terdapat 76 siswa dari tujuh Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang belum memiliki dokumen SBPK. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama mengingat dokumen kewarganegaraan merupakan salah satu syarat penting dalam proses administrasi pendidikan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke CLC Ladang Imam, Bombalai di bawah naungan Syarikat SD Guthrie Plantations. Rombongan disambut oleh Regional General Manager, Tuan Johamdan Joni, serta dihadiri perwakilan Humana Child Aid Society, Puan Dayang Noihsan.

Dalam dialog bersama pengelola dan masyarakat, diperoleh informasi bahwa 82 siswa masih belum memiliki dokumen SBPK. Sebagian besar merupakan peserta didik binaan Humana yang akan melanjutkan pendidikan di CLC. Selama ini, pengurusan SBPK umumnya baru dilakukan ketika siswa memasuki jenjang setara kelas X dan XI.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala SIKK bersama Kepala Perwakilan RI Tawau mendorong agar proses penerbitan SBPK dilakukan sejak dini. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penerbitan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sehingga lebih banyak peserta didik tercatat secara resmi dalam sistem pendidikan Indonesia. Dengan demikian, pengelolaan layanan pendidikan, termasuk dukungan anggaran operasional CLC, dapat semakin optimal.

Di lokasi yang sama, rombongan juga meninjau fasilitas pembelajaran serta memperoleh informasi mengenai penataan layanan pendidikan di wilayah tersebut. Sejak Juli 2026, kegiatan belajar CLC Merotai resmi dialihkan dan digabungkan ke CLC Ladang Imam, Bombalai sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

Rangkaian kunjungan ditutup di CLC Holy Trinity, yang kini menempati gedung baru di lantai empat City Groceries Tawau. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SIKK, Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Kepala Perwakilan RI Tawau, Pelaksana Fungsi Pensosbud KRI Tawau Adnan Sulistyo, serta Wakil Ketua Ahli Lembaga Pengelola Agussalim Buhannase.

Kunjungan difokuskan pada peninjauan kesiapan operasional sekolah di lokasi baru sekaligus membahas proses perizinan yang masih berlangsung. Meski telah menempati gedung baru sejak Juli 2026, kegiatan pembelajaran sementara masih dilaksanakan melalui Belajar dari Rumah (BDR) karena menunggu penyelesaian izin operasional.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa nama CLC Holy Trinity akan tetap digunakan hingga berakhirnya tahun anggaran 2026. Mulai awal tahun 2027, satuan pendidikan tersebut akan menggunakan nomenklatur baru, yakni CLC Mutiara Ilmu, sebagai bagian dari penguatan identitas kelembagaan.

Untuk mempercepat proses operasional sekolah, Koordinator Penghubung CLC Wilayah Tawau, Raden Banu Firdaus, akan mengawal penyelesaian administrasi, termasuk perizinan dari pihak Bomba dan Majlis Perbandaran Tawau (MPT), sehingga kegiatan belajar tatap muka di gedung baru dapat segera dilaksanakan.

Melalui kunjungan kerja ini, SIKK bersama KBRI Kuala Lumpur, KRI Tawau, perusahaan mitra, lembaga pengelola, dan seluruh pemangku kepentingan kembali menegaskan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia di luar negeri berhak memperoleh layanan pendidikan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Penguatan dokumen kewarganegaraan, peningkatan fasilitas belajar, serta tata kelola CLC yang semakin baik menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi anak-anak PMI di Sabah.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *